Gerakan nasional Orang Tua Membacakan Buku (GERNAS BAKU) di TK Sorowako

Diposting pada: 2018-05-11, oleh : AdminTKS, Kategori: INFORMASI SEKOLAH

Alhamdulillah, hari ini 4/5/2018 Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (GERNAS BAKU) TK Sorowako berjalan seru sekali.

Seperti biasa, anak-anak memulai hari dengan assembly, bernyanyi dan menari bersama. Tak berapa lama, orangtua siswa mulai hadir satu persatu bergabung bersama. Ibu guru menyambut ayah bunda yang hadir sebagai bentuk dukungannya untuk menumbuhkan minat baca anak.

Di awal sesi, Ibu Guru Ma’am Tri membawakan cerita anak, dengan bantuan media audio visual di layar. Bukan hanya guru dan siswa, kali ini, orangtua pun menikmati cerita yang dibawakan. Tanpa disadari Ma’am Tri sudah memberikan teladan cara membawakan cerita yang ekspresif, hangat, dan menyenangkan bagi semuanya.

Selanjutnya, anak-anak beristirahat menyantap snack ke dalam kelas. Tinggallah Ayah Bunda bersama Ibu Kepala Sekolah Ma’am Mirna berbagi/ sharing kiat-kiat membacakan cerita yang disarikan dari buku The Read-Aloud Handbook, “Membacakan Buku dengan Nyaring, Melejitkan Kecerdasan Anak”.

Membacakan buku ibarat berbagi cinta dengan sang kesayangan. Ada kedekaatan sosial-emosional yang terjalin dalam kehangatan kerbersamaan ini. Seperti yang dikatakan seorang bijak, Pendidikan itu bukan seperti mengisi ember, tetapi seperti menyalakan api. Kita ingin menyalakan kecintaan buku pada anak-anak, memperluas wawasannya, imajinasinya, kosakatanya, nilai-nilai moralnya, melalui membacakan cerita. Mengapa harus sejak Usia Dini? Karena Belajar ketika kecil, bak memahat di atas batu. Belajar kala dewasa, bak memahat diatas es. Inilah golden moment kita sebagai orangtua dan guru untuk melejitkan potensi anak.

Secara ringkas, kata-kata kunci dalam kiat-kiat membacakan cerita adalah mulai dari cerita berima, visual cerah, pengulangan, ulang frasa/kata kunci & ucapkan, bergambar, teks jelas & ringkas, variasikan fiksi & non fiksi, libatkan anak (mrmilih buku, membuka lembaran buku, dll), sebutkan judul, pengarang & ilustratornya, diskusikan, bertanya, tunggu kesiapan & mood, penerangan, ekspresi, tempo, referensi, simpan buku di berbagai tempat, poster dan dokumentasikan apa yang telah dibaca.

Sesi sharing ini menjadi bekal orangtua dan guru untuk bersemangat gemar membacakan buku untuk anak-anak. Orangtua pun berbagi pengalamannya dalam membacakan buku untuk anak. Mama Putri, Ibu Nur Bahrun, biasa bergantian membacakan Putri cerita sebelum tidur. Kadang ibu, ayah, atau bahkan kakak Faiz yang sekarang sudah kelas 5 SD. Setiap orangtua memiliki momentnya masing-masing untuk membangkitkan kecintaan terhadap buku ini, dengan caranya sendiri yang mungkin berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Berikutnya, siswa kembali bergabung bersama. Nah, pada kesempatan ini, Ibu dari Danish TK B, Ibu Hasnawati membacakan cerita untuk anak-anak. Waah, seru sekali, dengan penuh ekspresi, Ibu menceritakan kisah si Kura-kura yang membuat kita menyadari bahwa setiap individu itu unik dan memiliki kekurangannya kelebihannya sendiri.

Di sela-sela acara, Ibu guru Ma’am Uno yang memandu acara bertanya jawab dengan anak-anak. Banyak yang berani maju ke depan menjawab pertanyaan dengan penuh percaya diri. Athif, Aisyah, dan Alika bisa loh menyebutkan tentang buku yang dibawanya dari rumah. Athif membawa buku yang tampak sudah sering dibaca. “Buku 25 Nabi & Rasul, tentang Isra’ Mi’raj!” ujar Athif, saat ditanyakan tentang buku yang ia baca. “Buku tentang anak solehah!” lanjut Aisyah tentang bukunya. “Buku tentang Raja yang suka makan sayur!” ucap Alika memperlihatkan bukunya sedikit malu-malu namun tetap memberanikan diri. Hebat, pasti Ayah Bunda sudh menceritakannya yah. Semoga semakin banyak buku yang kalian cintai.

Wah, anak-anak tampak riang dan bangga memegang buku yang ia bawa dari rumah. Senyum simpul orangtua pun menghiasi keriangan pagi itu. Acara ditutup dengan bernyanyi bersama Lagu Gernas Baku dan membagikan souvenir alat tulis dan Kartu Membaca di Rumah untuk anak-anak. Semoga, Kartu Membaca ini memotivasi orangtua dan anak-anak untuk semakin cinta buku. Kelak, semangat ini kita bangun dari dalam diri kita. Dalam diri para guru, orangtua, dan anak-anak untuk mencintai buku, sang gudang ilmu.

@TK Sorowako, 4 Mei 2018

Foto Sorowako Kindergarten.
 
Foto Sorowako Kindergarten.
Foto Sorowako Kindergarten.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id